
Surah Al A'laa 3
وَالَّذي قَدَّرَ فَهَدىٰ
««•»»
waalladzii qaddara fahadaa
««•»»
Dan yang menentukan kadar (masing-masing) dan memberi petunjuk,
««•»»
who determined and guided,
««•»»
Allah menerangkan bahwa Dia-lah yang menciptakan dan menyempurnakan penciptaan segala makhluk dan Dia pula yang menentukan segala sesuatu menurut bentuk dan ukuran yang tepat dan seimbang. Di samping itu Dia menetapkan ketentuan-ketentuan dan hukum-hukum yang berlaku bagi tiap-tiap makhluk-Nya itu, sehingga ia dapat hidup berkembang biak, dan menjaga hidupnya masing-masing.
Dialah yang menumbuhkan rumput-rumputan yang hijau dan segar untuk makanan binatang dan ternak yang kemudian dijadikan-Nya kering dengan warna kehitam-hitaman. Allah-lah yang menumbuhkan rumput-rumput dan mengubahnya menjadi kering; bukanlah patung-patung yang disembah oleh orang kafir itu
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR AL AZHAR
OLEH BUYA HAMKA
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
“Dan yang telah mengatur.” (pangkal ayat 3).
Kita artikan mengatur kalimat qaddara. Fill mudhari’nya ialah yuqaddiru dan mashdarnya ialah taqdiiran. Dia telah menjadi rukun (tiang) Iman kita yang keenam. Kita wajib percaya bahwa samasekali ini diatur oleh Allah. Mustahil setelah alam Dia jadikan, lalu ditinggalkannya kalau tidak teratur.
Selain daripada takdir Allah pada alam semesta, kita pun mempercayai pula takdir Allah pada masing-masing diri peribadi kita. Kita ini hidup tidaklah dapat melepaskan diri daripada rangka takdir itu. Dan ada takdir yang dapat kita kaji, kita analisa dan ada takdir yang tersembunyi dari pengetahuan kita.
Misalnya tidak bisa kita menyangka ketika kita turun dari rumah akan ada bahaya. Lalu kita menyeberangi suatu sungai. Tiba-tiba sedang kita di tengah-tengah sungai itu datang air bah, kita pun hanyut, karena takdir Allah ada air bah. Tetapi kita ditakdirkan sampai di tepi seberang dengan selamat, karena kita pandai berenang dan mengetahui jika air bah jangan menyongsong, tetapi turuti derasnya air dan ansur kemudikan diri ke tepi. Semuanya itu takdir.
“Lalu Dia memberi petunjuk.” (ujung ayat 3).
Maka tidaklah kita dibiarkan berjalan saja di muka ini dengan hanya semata-mata anugerah perseimbangan dan peraturan Ilahi atas alam. Di samping itu diri kita sendiri pun diberi petunjuk. Petunjuk itu diberikan dari dua jurusan. Pertama dari jurusan bakat persediaan dalam diri; itulah akal. Kedua ialah petunjuk yang dikirimkan dengan perantaran para Nabi dan para Rasul.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
(Dan Yang menentukan) apa yang dikehendaki-Nya (dan Yang memberi petunjuk) kepada apa yang telah ditentukan-Nya berupa amal kebaikan dan amal keburukan.
««•»»
and Who determined, what He wants, and guided, to what He had determined of good or evil,
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
•[AYAT 2]•[AYAT 4]•
•[KEMBALI]•
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
3of19
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=87&tAyahNo=3&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2
http://al-quran.info/#87:3

Tidak ada komentar:
Posting Komentar